“Senyuman sahabat dibalik
kesedihannya”
“Persahabatan bagaikan sebuah buku,
yang hanya dibuka jika dibutuhkan dan yang hanya diletakkan atau dibiarkan jika
tidak dibutuhkan lagi”
**
Masa SMP ku adalah masa
terindah dalam hidupku, sebagian orang dan teman-teman mungkin menganggap hal
ini tidak penting, tetapi tidak serupa dengan saya karena masa SMP inilah aku
mendapatkan banyak pelajaran hidup, penuh cerita, penuh duka maupun tawa, baik
dari teman-teman, lingkungan sekitar dan guru yang ku sayangi.
Kenangan yang tidak bisa
aku lupakan hingga saat ini, terkadang jika aku mengingatnya aku suka tertawa
sendiri terkadang juga aku suka sedih sendiri dan aku sangat rindu untuk
kembali pada masa-masa SMP karena Dimana pada waktu kami di SMP kami sangat
kompak yaitu bercanda tertawa, saling berbagi cerita, membuat kegaduhan dan
walaupun kami ada sedikit percekcokan tetapi itu tidaklah lama karena masalah
tersebut kita renungkan kembali dan kita selesaikan dengan cara bermaafan.
Kami juga tidak lupa
dengan 1 murid SMP kami yang bernama Keyla, Dia kekurangan fisiknya yaitu Ia
tidak bisa melihat, tetapi kekurangannya itu bukanlah segalanya bagi Keyla. Karena
dia memberikan contoh kepada kami bahwa dia selalu tegar dalam hidupnya,
walaupun ditengah hatinya ada beban yang mungkin mendalam. Kami selalu kagum
dengan Dia karena motivasinya yang membuat kami selalu bangkit hingga saat ini.
Meskipun Keyla lahir
dengan keterbatasan fisiknya tetapi dia tidak pernah mengeluh, semangatnya
menjalani hidup didunia ini tidak pernah layu. Lahir dengan kondisi buta, tidak
membuat dia berkecil hati maupun bersedih, secara fisik memang keyla tidak bisa
melihat warna-warna tetapi secara hati dia bisa melakukan secara perlahan-lahan
untuk bakatnya yaitu melukis. Keyla gemar melukis dari dia kecil, Keyla tidak
pernah menyerah untuk mengembangkan bakatnya atau sedikitpun mengeluh dengan
adanya kerbatasan fisiknya.
Keyla duduk dibangku kelas
9 disebuah SMP luar biasa. Keyla tidak pernah absen meraih juara dikelas,
sungguh luar biasa bakat dan motivasinya selama ini, bahkan guru-gurunya
termotivasi dengan bakat dan sifat pantang menyerah keyla. Sejak berusia 3 tahun,
Keyla sudah berteman dengan sebelah rumahnya yaitu yang bernama Nellawati,
nellawati ini anak Direktur salah satu perusahaan mobil. Nellawati kelihatan secara
fisik cantik, baik, dan yang jelas dia kelihatan sempurna.
Sore menjelang malam pun
tiba, Nellawati dating kerumah keyla untuk berbincang-bincang dan menemani
keyla menggambar.
“Key, karya gambaranmu indah sekali, mengapa kamu tidak membuat pameran
lukisan dirumah mu ? agar orang bisa melihat kemampuanmu key” “Hah” , andaikan
aku tidak buta seperti ini mungkin aku akan mengadakan pameran lukisan ku
dirumah ku sendiri agar bisa dilihat orang banyak, tetapi hal itu mungkin tak
terjadi. “seandainya ada orang yang ingin mendonorkan matanya untuk diri ku
pasti aku senang sekali dan aku akan mengembangkan bakatku” ucap
nellawati “bersabarlah keyla mungkin suata saat nanti ada seseorang yang ingin
mendonorkan matanya untuk dirimu agar kamu bisa melihat dan mengembangkan
bakatmu, tetapi ingat key kamu harus selalu berdoa”
Setelah nellawati
berbincang-bincang dengan keyla, waktunya nellawati untuk pulang kerumah. Neyla
pun berpikir dengan penyakit yang terjadi pada dirinya yaitu dia terkena kanker
dan divonis dokter hanya hidup 2 bulan lagi. Kemudia nella berpikir agar kornea
matanya didonorkan kepada sahabatnya keyla demi mengembangkan bakat keyla dan
agar dia tidak buta lagi.
Setelah 25 hari berlalu
nella diberi izin dengan papa dan mamanya untuk memberikan korneanya untuk
sahabatnya. Pada waktu nella sekarat dia menuilis surat yang berisi “ Terimakasih keyla kamu
telah memberikanku motivasi dan karena mu juga aku tidak pantang menyerah, aku
harap kamu jangan khawatirkan aku lagi karena sudah nyaman diAkhirat nanti”
Tepat pada 1bulan
nellawati menghembuskan nafasnya tanpa diketahui oleh keyla temannya. Papa mama
dari orangtua nella pun mendatangi rumah keyla untuk memberitahu pendonoran
kornea. “tok tok tok” (suara ketukan pintu)
lalu keyla pun membuka pintunya dan berkata “ada apa om dan tante kemari ?” “kami kemari
untuk memberitahukan hal baik, ada yang ingin mendonorkan kornea matanya
untukmu” “hah”,
apakah benar om ?” (keyla pun terkejut) papa mama nella
pun berkata “ iya benar, mari ikut om dan tante untuk dating kerumah sakit
serta operasinya”
(Keyla pun buru-buru untuk berangkat)
Setelah sampai diRumah
sakit Keyla pun dioperasi selama kira-kira 2 jam. Setelah dia dioperasi dia
sangat senang karena dia bisa melihat dan keyla melompat kiri kanan hingga
dikira orang gila oleh yang melihatnya, Keyla pun mendatangi papa mama nella
dan berkata “Om nella
dimana ya ? saya daritadi tidak melihatnya atau mendengarnya”
papanya nella berkata “om ada pesan
untuk mu sebelum kamu tahu nella dimana” (keluarlah tetesan air mata) keyla tidak percaya dengan
hal tersebut lalu dia berlari sambil menangis dan mencari dimana nella dirawat.
Setelah menemukan kamar
nella, keyla pun terkejut karena nella sudah tidak berdaya dan sudah dibungkus
kain kafan lalu nella bersujud dan menangis hingga air mata pun tidak bisa
berhenti.
Sekian.....
Karya : Christian Eka
Arisandi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar