Minggu, 20 Oktober 2013

Persahabatan

                     “Senyuman sahabat dibalik kesedihannya”

“Persahabatan bagaikan sebuah buku, yang hanya dibuka jika dibutuhkan dan yang hanya diletakkan atau dibiarkan jika tidak dibutuhkan lagi”
**
Masa SMP ku adalah masa terindah dalam hidupku, sebagian orang dan teman-teman mungkin menganggap hal ini tidak penting, tetapi tidak serupa dengan saya karena masa SMP inilah aku mendapatkan banyak pelajaran hidup, penuh cerita, penuh duka maupun tawa, baik dari teman-teman, lingkungan sekitar dan guru yang ku sayangi.
Kenangan yang tidak bisa aku lupakan hingga saat ini, terkadang jika aku mengingatnya aku suka tertawa sendiri terkadang juga aku suka sedih sendiri dan aku sangat rindu untuk kembali pada masa-masa SMP karena Dimana pada waktu kami di SMP kami sangat kompak yaitu bercanda tertawa, saling berbagi cerita, membuat kegaduhan dan walaupun kami ada sedikit percekcokan tetapi itu tidaklah lama karena masalah tersebut kita renungkan kembali dan kita selesaikan dengan cara bermaafan.
Kami juga tidak lupa dengan 1 murid SMP kami yang bernama Keyla, Dia kekurangan fisiknya yaitu Ia tidak bisa melihat, tetapi kekurangannya itu bukanlah segalanya bagi Keyla. Karena dia memberikan contoh kepada kami bahwa dia selalu tegar dalam hidupnya, walaupun ditengah hatinya ada beban yang mungkin mendalam. Kami selalu kagum dengan Dia karena motivasinya yang membuat kami selalu bangkit hingga saat ini.
Meskipun Keyla lahir dengan keterbatasan fisiknya tetapi dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menjalani hidup didunia ini tidak pernah layu. Lahir dengan kondisi buta, tidak membuat dia berkecil hati maupun bersedih, secara fisik memang keyla tidak bisa melihat warna-warna tetapi secara hati dia bisa melakukan secara perlahan-lahan untuk bakatnya yaitu melukis. Keyla gemar melukis dari dia kecil, Keyla tidak pernah menyerah untuk mengembangkan bakatnya atau sedikitpun mengeluh dengan adanya kerbatasan fisiknya.
Keyla duduk dibangku kelas 9 disebuah SMP luar biasa. Keyla tidak pernah absen meraih juara dikelas, sungguh luar biasa bakat dan motivasinya selama ini, bahkan guru-gurunya termotivasi dengan bakat dan sifat pantang menyerah keyla. Sejak berusia 3 tahun, Keyla sudah berteman dengan sebelah rumahnya yaitu yang bernama Nellawati, nellawati ini anak Direktur salah satu perusahaan mobil. Nellawati kelihatan secara fisik cantik, baik, dan yang jelas dia kelihatan sempurna.
Sore menjelang malam pun tiba, Nellawati dating kerumah keyla untuk berbincang-bincang dan menemani keyla menggambar.                                                                                     “Key, karya gambaranmu indah sekali, mengapa kamu tidak membuat pameran lukisan dirumah mu ? agar orang bisa melihat kemampuanmu key”                                                                “Hah” , andaikan aku tidak buta seperti ini mungkin aku akan mengadakan pameran lukisan ku dirumah ku sendiri agar bisa dilihat orang banyak, tetapi hal itu mungkin tak terjadi. “seandainya ada orang yang ingin mendonorkan matanya untuk diri ku pasti aku senang sekali dan aku akan mengembangkan bakatku”                                                              ucap nellawati “bersabarlah keyla mungkin suata saat nanti ada seseorang yang ingin mendonorkan matanya untuk dirimu agar kamu bisa melihat dan mengembangkan bakatmu, tetapi ingat key kamu harus selalu berdoa”                             
Setelah nellawati berbincang-bincang dengan keyla, waktunya nellawati untuk pulang kerumah. Neyla pun berpikir dengan penyakit yang terjadi pada dirinya yaitu dia terkena kanker dan divonis dokter hanya hidup 2 bulan lagi. Kemudia nella berpikir agar kornea matanya didonorkan kepada sahabatnya keyla demi mengembangkan bakat keyla dan agar dia tidak buta lagi.
Setelah 25 hari berlalu nella diberi izin dengan papa dan mamanya untuk memberikan korneanya untuk sahabatnya. Pada waktu nella sekarat dia menuilis surat yang berisi                       “ Terimakasih keyla kamu telah memberikanku motivasi dan karena mu juga aku tidak pantang menyerah, aku harap kamu jangan khawatirkan aku lagi karena sudah nyaman diAkhirat nanti”
Tepat pada 1bulan nellawati menghembuskan nafasnya tanpa diketahui oleh keyla temannya. Papa mama dari orangtua nella pun mendatangi rumah keyla untuk memberitahu pendonoran kornea.                                                     “tok tok tok” (suara ketukan pintu) lalu keyla pun membuka pintunya dan berkata “ada apa om dan tante kemari ?”                               “kami kemari untuk memberitahukan hal baik, ada yang ingin mendonorkan kornea matanya untukmu”                              “hah”, apakah benar om ?” (keyla pun terkejut)                                papa mama nella pun berkata “ iya benar, mari ikut om dan tante untuk dating kerumah sakit serta operasinya”                                (Keyla pun buru-buru untuk berangkat)
Setelah sampai diRumah sakit Keyla pun dioperasi selama kira-kira 2 jam. Setelah dia dioperasi dia sangat senang karena dia bisa melihat dan keyla melompat kiri kanan hingga dikira orang gila oleh yang melihatnya, Keyla pun mendatangi papa mama nella dan berkata                                 “Om nella dimana ya ? saya daritadi tidak melihatnya atau mendengarnya”                                                                       papanya nella berkata “om ada pesan untuk mu sebelum kamu tahu nella dimana” (keluarlah tetesan air mata)                      keyla tidak percaya dengan hal tersebut lalu dia berlari sambil menangis dan mencari dimana nella dirawat.
Setelah menemukan kamar nella, keyla pun terkejut karena nella sudah tidak berdaya dan sudah dibungkus kain kafan lalu nella bersujud dan menangis hingga air mata pun tidak bisa berhenti.

Sekian.....


Karya : Christian Eka Arisandi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar